Osteoarthritis

PENGERTIAN

Osteoarthritis (OA) atau masyarakat Indonesia sering menyebutnya dengan pengapuran merupakan suatu gangguan pada sendi yang bersifat menahun dengan adanya kerusakan pada tulang rawan sendi dikarenakan proses penuaan dan akibat dari pemakaian dalam jangka waktu lama. Osteoarthritis (OA) merupakan salah satu penyakit degeneratif yang paling sering dijumpai pada penyakit muskuloskeletal. Osteoarthritis (OA) berasal dari bahasa Yunani yaitu osteo (tulang), arthro (sendi), dan itis (radang) yang berarti peradangan pada sendi tulang walaupun tidak mengalami inflamasi atau hanya sedikit yang mengalami inflamasi.

Osteoarthritis (OA) merupakan penyakit sendi degeneratif yang berkaitan dengan kerusakan kartilago, dimana terjadinya proses degradasi sendi yang kompleks, terdiri dari proses perbaikan pada kartilago, tulang dan synovium diikuti dengan proses inflamasi. Prosesnya tidak hanya mengenai rulang rawan sendi namun juga mengenai seluruh sendi, termasuk tulang subkondral, ligament, kapsul, dan jaringan synovial serta jaringan ikat. Pada stadium lanjut rawan sendi mengalami kerusakan, ditandai adanya fibrilasi, fisur, dan ulserasi yang dalam pada permukaan sendi. Paling sering mengenai vertebra, panggul, lutut, dan pergelangan tangan atau kaki.


Kejadian osteoarthritis lutut banyak terjadi pada orang yang berusia di atas 45 tahun. Laki-laki di bawah umur 55 tahun lebih sering menderita penyakit ini dibandingkan dengan wanita pada umur yang sama. Namun, setelah umur 55 tahun prevalensi osteoarthritis lebih banyak wanita dibandingkan pria. Hal ini diduga karena bentuk pinggul wanita yang lebar dapat menyebabkan tekanan yang menahun pada sendi lutut. Osteoarthritis juga sering ditemukan pada orang yang kelebihan berat badan dan mereka yang pekerjaannya mengakibatkan tekanan yang berlebihan pada sendi-sendi tubuh.

PENYEBAB

1. Usia
OA sering terjadi pada usia 40 tahun ke atas dan jarang dijumpai pada usia di bawah 40 tahun. Usia rata-rata pada laki-laki yang terkena OA yaitu pada umur 54 tahun dengan puncaknya pada 55-64 tahun, sedangkan pada wanita 65,3 tahun dengan puncaknya pada usia 65-74 tahun.
2. Obesitas
Sendi lutut sebagai penumpuan dari berat badan untuk berdiri. Jadi tidak heran apabila berat badan yang berlebih dapat menyebabkan penyakit osteoarthritis dan terbukti bahwa penurunan berat badan dapat mengurangi resiko terjadinya osteoarthritis.
3. Jenis Kelamin
Jenis kelamin perempuan dengan nilai presentase 68,67% sedangkan untuk laki-laki memiliki presentase 31,33%. Ini membuktikan bahwa perempuan lebih sering terkena penyakit OA.
4. Pekerjaan dengan beban berat
Pekerjaan berat maupun dengan pemakaian suatu sendi yang terus-menerus, berkaitan dengan peningkatan resiko osteoartritis tertentu. Demikian juga cedera sendi dan oleh raga yang sering menimbulkan cedera sendi berkaitan resiko osteoartritis yang lebih tinggi.
5. Riwayat trauma
Riwayat trauma untuk osteoarthritis lutut seperti cedera sendi sangat berkaitan dengan resiko terjadinya osteoarthritis lutut seperti robeknya ligment atau meniscus.
6. Riwayat Cedera Sendi
Faktor predisposisi osteoarthritis yang berkaitan dengan perkembangan dan beratnya osteoarthritis yang menjadi faktor penentu lokasi dapat berupa cedera sendi berat dari beban benturan yang berulang
7. Faktor Genetik
Faktor herediter juga berpengaruh untuk terjadi timbulnya osteoarthritis. Adanya mutasi gen pada prokalogen atau pada gen struktural untuk struktur tulang rawan sendi seperti kolagen dan proteoglikan merupakan timbulnya kecenderungan osteoarthritis pada keluarga.

KOMPLIKASI

Komplikasi yang terjadi biasanya nyeri dan kekakuan sendi yang dapat mengganggu aktivitas kerja. Apabila tidak segera diberikan pertolongan yang cepat maka akan terjadi gangguan lainnya seperti:

  1. Gangguan pada waktu berjalan karena adanya pembengkakan akibat peradangan.
  2. Terjadinya kekakuan pada sendi lutut karena peradangan yang berlangsung lama sehingga struktur sendi akan mengalami perlengketan.
  3. Terjadinya atrofi otot karena adanya nyeri. Menurunnya fungsi otot akan mengurangi stabilitas sendi terutama sendi penumpu berat badan, sehingga dapat memperburuk keadaan penyakit dan menimbulkan deformitas.

REFERENSI

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. 2013. Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2013. Laporan Nasional 2013
Mashurrosyidi, dkk. 2014. Pengaruh Kompres Hangat Rebusan Jahe Terhadap Tingkat Nyeri Subakut dan Kronis pada Lanjut usia dengan Osteoarthritis Lutut di Puskesmas Arjuna Kecamatan Klojen Malang Jawa Timur. Majalah Kesehatan FKUB
Wiarto, Giri. 2017. Nyeri Tulang dan Sendi. Gosyen Publishing: Sleman, Yogyakarta

Komentar