Low Back Pain

PENGERTIAN 

Low back pain (LBP) atau nyeri punggung bawah (NPB) merupakan masalah kesehatan dunia yang sangat umum, yang menyebabkan pembatasan aktivitas dan juga ketidakhadiran kerja. Nyeri punggung bawah memang tidak menyebabkan kematian, namun menyebabkan individu yang mengalaminya menjadi tidak produktif sehingga akan menyebabkan beban ekonomi yang sangat besar baik bagi individu, keluarga, masyarakat, maupun pemerintah. Nyeri ini terasa di antara sudut iga terbawah sampai lipat bokong bawah yaitu di daerah lumbal atau lumbo-sakral, nyeri dapat menjalar hingga ke arah tungkai dan kaki.

Low Back Pain (LBP) adalah alasan muskuloskeletal yang paling umum untuk dirujuk ke praktisi medis. Diperkirakan bahwa antara 60-80% orang dewasa akan mengalami episode nyeri punggung bawah setidaknya sekali dalam hidup mereka, sementara sekitar 10 sampai 20% kasus ini berlanjut ke nyeri punggung kronis. Meskipun diselidiki secara ekstensif, alasan untuk bertahan nya nyeri punggung bawah pada individu tertentu masih kurang dipahami. Selain itu, di antara beragam perawatan yang tersedia bagi individu dengan CLBP, pengobatan efektif tetap sulit dipahami.

PENYEBAB

  1. Spondilosis dan spondilolistesis, kiposkoliosis, spina bifida, gangguan korda spinalis, trauma minor yaitu regangan dan cedera whiplash, fraktur atau traumatik yaitu jatuh, kecelakaan kendaraan bermotor, atraumatik yaitu osteoporosis, infiltrasi neoplastik, steroid eksogen, herniasi diskus intervertebral
  2. Degeneratif: kompleks diskus-osteofit, gangguan diskus internal, stenosis spinalis dengan klaudikasio neurogenik, gangguan sendi vertebra, gangguan sendi atlantoaksial (misalnya arthritis reumatoid) 
  3. Arthritis: spondilosis, artropati facet atau sakroiliaka, autoimun (misalnya ankylosing spondilitis, sindrom reiter) 
  4. Neoplasma: metastasis, hematologic, tumor tulang primer 
  5. Infeksi/inflamasi: osteomyelitis vertebra, abses epidural, sepsis diskus, meningitis, arachnoiditis lumbalis, metabolik: osteoporosis, hiperparatiroid, imobilitas, osteosklerosis (misalnya penyakit paget).
  6. Vaskular: aneurisma aorta abdominal, diseksi arteri vertebra , dan lainnya seperti nyeri alih dari gangguan visceral, sikap tubuh, psikiatrik, pura-pura sakit serta sindrom nyeri kronik.

KOMPLIKASI

  1. Kekakuan sendi terjadi akibat menahan posisi sakit sehingga terjadi kekakuan sendi saat menggerakan daerah pinggang.
  2. Atrofi otot terjadi karena ada rasa nyeri sehingga otot tidak dikontraksikan. 
  3. Kontraktur otot terjadi akibat tungkai bawah dan kaki jarang digerakan dalam waktu yang lama sehingga terjadi pelengketan jaringan.
  4. Derformitas dapat terjadi di vertebra (lordosis,skoliosis) tungkai bahkan kaki yang di sebabkan kebiasaan yang salah sebagai protaksi mengurangi nyeri.

REFERENSI

Andini Fauzia , 2015 , Risk Fsctors of Low Back Pain in Workers,J MAJORITY | Volume 4 April 2006
Nicole , 2016 , Journal of Bodywork & Movement Therapies.
Patrianingrum Meilani , 2015 , Prevalensi dan Faktor Risiko Nyeri Punggung  Bawah di Lingkungan Kerja Anestesiologi Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin Bandung  Jurnal Anestesi Perioperatif JAP. 2015.

NB: Big Thanks to KTIA Mariana Purba

Komentar